Apa Itu Kata Penghubung Dan Contohnya ?

Apa Itu Kata Penghubung Dan Contohnya ?
5 (100%) 3 votes

Apa Itu Kata Penghubung Dan Contohnya ?

icanhasmotivation.com – Kata penghubung adalah kata-kata yang digunakan untuk menghubungkan kata dengan kata, klausa dengan klausa atau kalimat dengan kalimat. Umpamanya kata dan, karena, dan ketika. Dilihat dari fungsinya, berikut ini dua macam kata penghubung:
Kata Penghubung
Kata Penghubung
1. Kata penghubung yang kedudukannya sederajat atau setara terdiri dari beberapa hal berikut:
  • Menggabungkan biasa; dan, dengan, serta.
  • Menggabungkan memilih: atau
  • Menggabungkan mempertentangkan: tetapi, namun, sedangkan, sebaliknya
  • Menggabungkan membetulkan: melainkan, hanya
  • Menggabungkan menegaskan: bahkan, malah (malahan), lagipula, apalagi, jangankan
  • Menggabungkan membatasi: kecuali, hanya
  • Menggabungkan mengurutkan: lalu, kemudian, selanjutnya
  • Menggabungkan menyamakan: yaitu, yakni, bahwa, adalah, ialah
  • Menggabungkan menyimpulkan: jadi, karena, itu, oleh sebab itu

     

2. Kata penghubung yang menghubungkan klausa dengan klausa yang kedudukannya bertingkat dibedakan sebagai berikut:
  • Menyatakan sebab: sebab dan karena
  • Menyatakan syarat: kalau, jikalau, jika, bila, apalagi, dan asal
  • Menyatakan tujuan: agar dan supaya
  • Menyatakan waktu: ketika, sewaktu, sebelum, sesudah, tatkala.
  • Menyatakan akibat: sampai, hingga, dan sehingga
  • Menyatakan sasaran: untuk dan guna
  • Menyatakan perbandingan: seperti, sebagai, dan laksana
  • Menyatakan tempat: tempat

     

1. Kata Penghubung dan

Kata penghubung ini untuk menyatakan “gabungan biasa” digunakan pada bagian berikut:
a. Diantara dua buah kata benda
Contoh:
Ibu dan ayah pergi ke Bogor
Ayah membeli rokok dan korek api
b. Di antara dua buah kata kerja
Contoh:
Mereka makan dan minum di kelas
Ibu mencuci dan menyetrika pakaian kami
c. Diantara dua buah kata sifat yang tidak bertentangan.
Contoh;
Anak itu rajin dan pandai

Pohon durian itu besar dan tinggi


Catatan:
1). Kalau keduanya kata sifat yang digabungkan dengan kata penghubung dan  itu sifatnya bertentangan, maka tidak mungkin menduduki fungsi predikat.
Jadi mungkin terdapat kalimat sebagai berikut;
– Anak itu rajin dan malas
Pohon durian itu besar dan kecil
Tetapi kedua kata sifat ini banyak menduduki fungsi subjek. Umpamanya sebagai berikut:
Kaya dan miskin di hadapan Tuhan sama saja
Buruk dan baik perlu dipertimbangkan masak-masak
2) Jika yang dihubungkan lebih dari dua buah kata, maka  kata penghubung dan hanya digunakan diantara dua buah kata yang terakhir.
– Kami memerlukan kertas, lem, gunting, dan benang
– Dia dipukul, dibanting, dan ditendang oleh musuhnya
– Anaknya pandai, ramah, dan rajin
d. Di antara dua buah klausa (bagian kalimat) dalam sebuah kalimat majemuk/luas
Contoh;
Saya mau piano dan adik menggesek biola
Ali belajar bahasa Inggris dan kakaknya belajar bahasa Arab
Jikalau klausa-klausa yang digabungkan itu lebih tinggi dari 2 buah, maka kata penghubung dan hanya digunakn di antara dua buah klausa yang terakhir.
Contoh:

Gubernur menyumbang sepuluh juta rupiah, bupati menyumbang lima juta rupiah, dan para pengusaha menyumbang enam juta rupiah.


2. Kata Penghubung dengan

Kata penghubung ini fungsinya untuk menyatakan “gabungan biasa”, dapat pula digunakan diantara dua buah kata benda.
Contoh:
– Ibu dengan ayah pergi ke Bogor
– Dia dengan anaknya sudah datang

3. Kata Penghubung serta

Kata enghubung serta dengan fungsinya untuk menyatakan “gabungan biasa” digunakan di antara dua buah kata benda.
Contoh:
– Kakak serta nenek akan datang minggu depan
– Uangmu serta uangku sebaiknya kita satukan saja untuk modal usaha.
Catatan:

Kata penghubung dengan, serta, sebaiknya diganti/digunakan kata penghubung dan.


 

4. Kata Penghubung atau

Kata penghubung atau  dengan fungsi untuk menyatakan “memilih” dapat digunakan di antara bagian berikut.
a. Dua buah kata benda atau frase benda
Contoh:
– Nama orang itu Adi atau Andi?
– Sarjana teknik atau sarjana sastra sama pentingnya dalam pembangunan.b. Dua buah kata kerja
Contoh:
– Jangan menegur atau mengajak bicara anak-anak nakal itu.
– Dalam peperangan seperti itu tidak ada pikiran lain, membunuh atau dibunuh.c. Dua buah kata sifat yang berlawanan maknanya.
Contoh:
– Kaya atau miskin dihadapan tuhan tidak ada bedanya
– Mahal atau murah akan kubeli rumah itu

d. Kata kerja atau kata sifat dengan ingkarannya
Contoh:
– Kamu mau datang atau tidak, itu adalah urusanmu
– Jujur atau tidak jujur orang-orang itu saja tidak tahu.

e. Dua buah klausa dalam sebuah kalimat majemuk setara
Contoh:
– Saya yang datang kerumahnya, atau kau yang datang kerumahku?
– Sebaiknya kita berangkat sekarang saja, atau kita tunggu dulu kedatangan beliau.

Catatan:

Kalau yang harus dipilih terdiri dari lebih dua unsur, maka kata penghubung atau ditempatkan diantara kedua unsur yang terakhir.

Contoh:
– Teh, kopi, atau air putih yang hendak kau minum.
– Nama anak itu Difa, Dika atau Dita?


5. Kata Penghubung tetapi
Kata hubung tetapi dengan fungsi untuk menyatakan “menggabungkan pertentangan” digunakan di antara bagian berikut.
a. Dua buah kata sifat yang berkontras di dalam sebuah kalimat.
Contoh:
– Anak itu cerdas tetapi malas
– Dia memang bodoh tetapi rajin

b. Dua buah klausa yang subjeknya merujuk pada identitas yang sama sedangkan predikatnya adalah dua buah kata sifat yang berkontras.
Contoh:
– Rumah itu besar dan indah, tetapi halamannya sempit
– Anak itu memang bodoh, tetapi hatinya jujur

c. Dua buah klausa yang subjeknya merujuk pada pada identitas yang tidak sama dengan predikatnya adalah dua buah kata sifat yang berlawanan.
Contoh:
– Ali sangat pandai tetapi Sudin sangat bodoh
– Di luar rumah sangat gelap sekali, tetapi di dalam terang benderang

d. Dua buah klausa yang klausa pertama berisi pertanyaan dan klausa kedua berisi pengingkaran dengan kata tidak.
Contoh:
– Kami ingin melanjutkan sekolah tetapi tidak ada biayanya
– Saya memang hadir di sana tetapi tidak melihat hal-hal yang mencurigakan

Catatan:

Kata penghubung tetapi  tidak dapat digunakan sebagai penghubung antar kalimat

Contoh:
– Saya ingin terus belajar. Tetapi ayah menyuruh saya bekerja
(Seharusnya: Saya ingin terus belajar, tetapi ayah menyuruh saya bekerja.)
– Ibu mengizinkan saya pergi ke sana. Tetapi ayah melarang
(Seharusnya: Ibu mengizinkan saya pergi, tetapi ayah melarang)


6. Kata Penghubung namun
Kata penghubung namun dengan fungsi “menggabungkan mempertentangkan” digunakan di antara dua buah kalimat. Kalimat pertama atau kalimat sebelunya berisi penyatuan dan kalimat kedua berisi pernyataan yang kontras dengan kalimat pertama.
Contoh:

  • Sejak kecil dia kami asuh, kami didik, dan kami sekolahkan. Namun, setelah dewasa menjadi orang besar dia lupa kepada kami.
  • Sehabis lebaran banyak kantor masih sepi. Pegawai-pegawai cuma duduk-duduk, mengobrol, atau baca koran. Namun, mereka tetap berada di tempat sampai jam kantor.
Catatan:

1). Kata penghubung namun sesungguhnya sama fungsinya dengan kata penghubung tetapi. Namun, kata penghubung tetapi hanya digunakan sebagai penghubung antar klausa, sedangkan kata penghubung namun digunakan sebagai penghubung antar kalimat. Perhatikan contoh-contoh diatas. 2). Kata penghubung namun untuk lebih menegaskan, dapat diikuti kata begitu dan demikian.

Contoh:
  • Sejak kecil dia kami asuh, kami didik, dan kami sekolahkan. Namun begitusetelah dewasa menjadi orang besar dia lupa kepada kami.
  • Dia memang bandel, keras kepala, dan suka membantah. Namun demikian, hatinya baik dan suka menolong.

7. Kata Penghubung sedangkan
Kata penghubung ini dengan fungsi untuk “menggabungkan mempertentangkan atau mengkontraskan” digunakan di antara dua buah klausa.
Contohnya:
  • Ayah menjadi dokter di puskesmas, sedangkan ibunya menjadi bidan.
  • Kami bekerja keras memperbaiki tanggul yang jebol itu, sedangkan mereka berdua duduk-duduk saja berpangku tangan.
8. Kata penghubung sebaliknya
Kata penghubung sebaliknya dengan fungsi untuk menyatakan “menggabungkan mempertentangkan dengan tegas” dapat digunakan di antara dua buah klausa atau di antara dua buah kalimat.
Contoh:
Di hadapan kita dia memang ramah. Sebaliknya, jauh dari kita sombongnya bukan main.
Muara sungai itu lebar dan dangkal. Sebaliknya, di bagian hulu sungai itu sempit dan dalam.9. Kata Penghubung malah dan malahan
Kata penghubung malah dan malahan  dengan fungsi untuk “menguatkan mempertentangkan” digunakan di antara dua buah klausa tentang amanat keduanya bertentangan.
Contoh:
– Diberi pertolongan bukannya mengucapkan terima kasih, malah ia memburuk-burukkan nama kita


10. Kata Penghubung bahkan
Kata penghubung bahkan dengan fungsi “menggabungkan menguatkan” dapat digunakan di antara dua buah kalimat.
Contohnya:
– Anak itu memang nakal. Bahkan ibunya sendiri pernah ditipunya.
– Dia pandai sekali memegang rahasia. Bahkan kita sendiri tidak tahu.

11. Kata Penghubung lagipula
Contohnya: 1) Saya tidak hadir karena sakit. Lagipula saya tidak diundang.2). Mari kita makan di restoran ini saja, masakannya enak, harganya murah, lagipula pelayanannya memuaskan.

12. Kata Penghubung apalagi
Kata penghubung apalagi dengan fungsi untuk menyatakan “menggabungkan menguatkan” digunakan pada awal keterangan tambahan atau kalimat tambahan.
Contoh:
Kamu saja yang lulusan SMA tidak tahu, apalagi saya yang cuma tamatan SD
–  Jalan-jalan di ibu kota seringkali macet. Apalagi pada jam-jam sibuk.

Catatan:

1). Secara optimal kata penghubung apalagi dapat diikuti kata kalau atau jika, bila digunakan pada kalimat yang tidak bersubjek.
Contoh: Hawa disini sejuk sekali, Apalagi kalau malam hari. Saya tidak dapat hadir. Apalagi jika tidak dijemput.

2) Kata penghubung lebih-lebih pula atau lebih-lebih lagi dengan fungsi untuk menyatakan “menguatkan” dapat digunakan pada awal keterangan tambahan atau kalimat tambahan, sebagai varian dari kata penghubung apalagi atau apalagi kalau. Contoh: Anak itu memang nakal, lebih-lebih lagi di sekolah. Saya tidak mau bicara dengan dia, lebih-lebih pula kalian sikapnya begitu.


13. Kata Penghubung itupun
Kata penghubung itupun dengan fungsi “menggabungkan menguatkan” dapat digunakan diantara dua buah kalimat yang amanatnya sejalan. Kalimat pertama biasanya diawali dengan kata penghubung hanya.
Contoh:
– Hanya lima orang yang hadir dalam rapat itu. Itupun dua orang diantara mereka sudah akan meninggalkan rapat sebelum selesai.
Hanya seribu rupiah yang akan dapat kuberikan. Itupun sebenarnya lembaran uangku stu-satunya yang terakhir.


14. Kata Penghubung  jangankan
Kata penghubung jangankan dengan fungsi “menguatkan mempertentangkan” digunakan pada bagian berikut.
a. Di depan klausa pertama pada sebuah kalimat majemuk setara sedangkan pada klausa kedua biasanya disertakan partikel pun.
Contohnya:
Jangankan berjalan, berdiri pun aku tak sanggup
Jangankan seribu, seripiah pun tak punya

b. Di depan klausa pertama pada sebuah kalimat majemuk setara sedangkan klausa keduanya diawali dengan kata sedangkan.
Contohnya:
Jangankan cuma mendaki bukit itu, sedangkan Gunung Merapi yang lebih tinggi sudah pernah kudaki
Jangankan membeli buku, sedangkan untuk membeli makanan saja uangku tak pernah cukup.

c. Di depan klausa pertama pada sebuah kalimat majemuk setara seangkan klausa keduanya diawali dengan kata “malah” atau “malahan.”
Contohnya:
Jangankan membantu kita, malah kita yang harus membantunya
Jangankan dapat menabung untuk masa depan, malah untuk biaya makan sehari-hari saja tidak cukup


15. Kata Penghubung melainkan
Kata penghubung ini dengan fungsi untuk menyatakan “koreksi atau pembetulan” digunakan diantara dua buah klausa. Klausa pertama biasanya disertai dengan kata ingkar bukan, yang diletakan di muka unsur kalimat yang akan dikoreksi.
Contoh:
Kami bukan mengejek, melainkan mengatakan apa adanya

16. Kata Penghubung hanya
Kata penghubung hanya digunakan dengan aturan sebagai berikut:
a. Untuk menyatakan “menggabungkan-mengecualikan” digunakan diantara dua buah klausa.
Contohnya:
Semua orang setuju, hanya dia yang tidak setuju
Kami semua sudah siap untuk bertransmigrasi, hanya dia yang masih ragu-ragu

b. Untuk menyatakan “menggabungkan mengoreksi” digunakan di antara dua buah klausa. Klausa pertama berisi pertanyaan positif, dan klausa kedua berisi pertanyaan yang mengurangi kepositifan klausa pertama.


Sumber : gurupendidikan.co.id